Di mana pun ia melatih dan seberapa lama pun kariernya berjalan, Jose Mourinho selalu punya pola yang sama: menemukan pemain di dalam skuad yang akan menjadi sasaran tembak utama serta pelampiasan atas segala kekacauan klub.
Nama-nama seperti Rick Karsdorp, Iker Casillas, hingga Henrikh Mkhitaryan pernah merasakan dinginnya hubungan dengan pelatih legendaris asal Portugal tersebut.
Kini, memasuki periode keduanya menangani Real Madrid, publik mulai berspekulasi mengenai siapa yang akan menjadi korban keretakan berikutnya. Berikut adalah tiga kandidat terkuat:
1. Eduardo Camavinga
Eduardo Camavinga berada di urutan teratas dalam daftar ini. Mirip dengan nasib Mkhitaryan saat di Manchester United, situasi Camavinga yang enggan hengkang dinilai menghalangi Mourinho untuk mendatangkan gelandang bertahan papan atas impiannya.
Kehadiran Camavinga bahkan disinyalir menjadi alasan kegagalan Los Blancos menggaet Rodri pada bursa transfer musim panas ini, yang akhirnya justru merapat ke rival abadi mereka, Barcelona.
Di luar masalah transfer, performa Camavinga dalam dua musim terakhir dianggap merosot. Gaya mainnya bertolak belakang dengan kriteria gelandang idaman Mourinho—sering melakukan kesalahan teknis, gampang kehilangan bola, serta kerap salah posisi saat bertahan.
Benturan ego dan taktik antara keduanya dinilai tinggal menunggu waktu.
2. Fede Valverde
Fede Valverde sempat memicu polemik besar musim lalu saat menolak dimainkan sebagai bek kanan, situasi yang berujung pada pemecatan Xabi Alonso dan insiden perselisihan di ruang ganti bersama Aurelien Tchouameni.
Sorotan tajam mengarah padanya sebagai salah satu kapten dengan kepemimpinan paling disorot dalam sejarah klub, yang kemudian berlanjut pada penampilan mengecewakan bersama Timnas Uruguay di Piala Dunia.
Meskipun Valverde pernah menjadi pilar penting Real Madrid, kontribusinya dalam dua musim terakhir dinilai jauh dari standar terbaiknya. Jika tidak segera bangkit dan menyesuaikan diri, Valverde berpotensi menjadi sasaran kritik pedas dari sang manajer.
3. Kylian Mbappe
Meski kerap mencetak gol di ajang internasional bersama Prancis, keberadaan Kylian Mbappe di dalam tim kerap menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pelatih. Sejarah mencatat betapa sulitnya meramu taktik yang padu di sekitar Mbappe tanpa mengorbankan keseimbangan tim—sebuah catatan yang pernah disinggung oleh Luis Enrique sebelum kepindahannya dari PSG.
Mourinho dikenal sebagai pelatih yang menuntut kedisiplinan taktik tinggi dan komitmen penuh dari setiap pemainnya. Mengelola pemain dengan profil megabintang dan pengaruh sebesar Mbappe akan menjadi ujian dinamika terbesar bagi Mourinho di Santiago Bernabeu musim ini.

