Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun

Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun

loading…

Fasilitas kilang minyak Singapura di Pulau Jurong. FOTO/Reuters

JAKARTA – Persediaan produk minyak di Singapura merosot ke level terendah sejak 13 tahun terakhir seiring berlanjutnya gangguan pasokan energi dari Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Penurunan stok di pusat perdagangan minyak terbesar Asia itu memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan energi global.

Data Enterprise Singapore menunjukkan total stok produk minyak darat mencapai 34,41 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Juni, menjadi level terendah sejak Juli 2013. Dikutip Reuters, stok minyak residu, merupakan komponen terbesar dalam tangki penyimpanan Singapura dan banyak digunakan sebagai bahan bakar kapal maupun bahan baku kilang, turun menjadi 14,84 juta barel atau terendah dalam delapan tahun.

Baca Juga: AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%

Analis Sparta Commodities menyatakan pasokan dalam beberapa pekan terakhir memang terbantu oleh tingginya ekspor dari AS dan reposisi kapal tanker, namun faktor-faktor tersebut hanya bersifat sementara.

Mereka memperingatkan persediaan terus terkuras, sejumlah pusat penyimpanan utama mendekati batas operasional minimum, sementara risiko geopolitik di Selat Hormuz masih belum terselesaikan.

Penurunan stok terjadi seiring melemahnya impor bersih produk distilat berat yang turun 36,3% dibandingkan pekan sebelumnya. Tidak ada peningkatan pasokan dari Timur Tengah, sementara persediaan distilat menengah seperti solar dan bahan bakar jet juga turun ke sekitar 6,9 juta barel, dari 7,3 juta barel pada pekan sebelumnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *