
Sam Raimi memastikan bahwa Spider-Man 4 versi garapannya tidak akan pernah diwujudkan. Sutradara yang mengarahkan trilogi Spider-Man”produksi Sony pada periode 2002 hingga 2007 itu menegaskan bahwa menghidupkan lagi versinya sendiri bukanlah keputusan yang tepat, mengingat tongkat estafet waralaba tersebut telah berada di tangan pembuat film lain dan diteruskan oleh generasi baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Raimi dalam wawancara dengan ScreenRant. Ia menjelaskan bahwa perjalanan Peter Parker dan Mary Jane Watson versi Tobey Maguire dan Kirsten Dunst sudah mencapai tujuannya masing-masing dan tidak lagi berada di jalur cerita utama yang kini dinikmati penonton.
Dikutip Mashable Indonesia dari Variety, Raimi menilai bahwa kisah Spider-Man bersifat hidup dan terus bergerak mengikuti zamannya, sehingga setiap era memiliki pencerita dan penggemarnya sendiri.
“Karakter hebat ciptaan Stan Lee, yang di Marvel New York dikembangkan ceritanya oleh sekelompok penulis, dia menciptakan karakternya, tetapi begitu banyak orang berkontribusi, begitu banyak seniman, sehingga untuk waktu singkat saya diberi tongkat estafet untuk melanjutkan setelah 40 tahun komik ‘Spider-Man’,” ujar Raimi.
“Setelah tiga film saya, saya menyerahkan tongkat estafet itu kepada orang lain. Dan menurut saya, mereka harus terus berlari dengan alur cerita dan penonton yang kini mengikuti pembawa estafet tersebut,” lanjutnya.
Raimi juga menyinggung kondisi industri film superhero saat ini yang didominasi oleh generasi penggemar baru. Menurutnya, penonton masa kini sangat terhubung dengan versi Spider-Man yang diperankan Tom Holland di bawah payung Marvel Studios.
Karena itu, ia merasa tidak etis apabila dirinya mencoba mengangkat lagi cerita lama yang sudah memberi ruang bagi kreator lain untuk berkembang.
“Tidak akan tepat bagi saya untuk pergi dan mencoba menghidupkan lagi versi cerita saya setelah memberi jalan bagi kelompok pembuat film lain,” kata Raimi.
Trilogi Spider-Man versi Raimi dimulai pada 2002 dan meraih kesuksesan besar, baik secara komersial maupun budaya pop. Film tersebut kemudian dilanjutkan dengan Spider-Man 2 pada 2004 dan Spider-Man 3 pada 2007.
Ketiganya menjadi tonggak penting dalam sejarah film superhero modern dan memperkenalkan pendekatan emosional yang kuat terhadap karakter Peter Parker.
Setelah era Raimi berakhir, Sony Pictures menunjuk Marc Webb untuk mengarahkan waralaba ini melalui The Amazing Spider-Man pada 2012 dengan Andrew Garfield sebagai pemeran utama.
Film tersebut mencoba menghadirkan pendekatan berbeda, termasuk latar belakang Peter Parker yang lebih gelap dan modern. Sekuelnya, The Amazing Spider-Man 2, dirilis pada 2014, namun rencana jangka panjang versi ini tidak berlanjut.
Perubahan besar terjadi pada 2016 ketika Marvel Studios memasukkan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe. Tom Holland diperkenalkan sebagai Peter Parker lewat film Captain America: Civil War.
Kehadiran Holland membawa warna baru yang lebih muda dan dekat dengan semangat remaja. Film solo pertamanya, Spider-Man: Homecoming, tayang pada 2017, disusul Spider-Man: Far from Home pada 2019 dan Spider-Man: No Way Home pada 2021, yang semakin mengukuhkan popularitas karakter tersebut di era modern.
Kini, waralaba Spider-Man bersiap memasuki fase terbaru. Film teranyar berjudul Spider-Man: Brand New Day telah menyelesaikan proses produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 31 Juli.
Film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton, yang sebelumnya dikenal lewat Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Deretan pemerannya mencakup Zendaya, Jon Bernthal, Sadie Sink, Mark Ruffalo, Tramell Tillman, Michael Mando, serta Jacob Batalon.
Dengan pernyataan tegas Sam Raimi tersebut, spekulasi mengenai kelanjutan Spider-Man versi Tobey Maguire secara mandiri dapat dipastikan berakhir. Raimi memilih menghormati perjalanan panjang karakter ikonik ini dengan membiarkannya terus berkembang melalui tangan kreator lain, seiring perubahan zaman dan selera penonton global.

