Pertandingan Grup C FIFA World Cup 2026 antara Brazil melawan Haiti di Philadelphia Stadium berlangsung panas sejak menit awal. Brasil yang datang dengan misi meraih kemenangan pertama di Piala Dunia 2026 langsung tampil menekan, sementara Haiti berusaha mencuri poin perdana mereka dengan pendekatan defensif menggunakan formasi lima bek.
Sejak kick-off, Brasil mendominasi penguasaan bola. Kombinasi Vinícius Júnior, Raphinha, dan Matheus Cunha terus merepotkan pertahanan Haiti. Namun, rapatnya lini belakang Haiti yang dikomandoi Jean-Kévin Duverne sempat membuat Selecao frustrasi. Bahkan hingga 15 menit pertama, meski unggul penguasaan bola, Brasil belum mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Peluang emas Brasil mulai bermunculan setelah menit ke-20. Raphinha sempat mencetak gol pada menit ke-12, tetapi dianulir karena offside. Tekanan yang terus dibangun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-23. Vinícius Júnior melakukan penetrasi tajam ke kotak penalti sebelum melepaskan cutback berbahaya. Bola sempat mengenai pemain belakang Haiti dan jatuh di kaki Matheus Cunha, yang tanpa ragu melepaskan tembakan mendatar melewati kiper Johny Placide. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Brasil.
Gol tersebut menjadi catatan penting bagi Cunha. Penyerang yang musim ini tampil produktif bersama Manchester United dengan 10 gol di Premier League itu baru mencetak gol keduanya untuk tim nasional Brasil dari 25 penampilan.
Setelah cooling break akibat cuaca panas, Brasil semakin nyaman mengendalikan laga. Pada menit ke-36, kombinasi mematikan Vinícius dan Cunha kembali menghasilkan gol. Vinícius memberikan assist keduanya malam itu kepada Cunha yang berada dalam posisi sulit. Meski sedikit kehilangan keseimbangan, Cunha tetap mampu menaklukkan Placide untuk kedua kalinya. Brace Cunha membawa Brasil unggul 2-0.
Namun, kabar buruk datang bagi Brasil pada menit ke-40. Raphinha mengalami cedera dan terpaksa meninggalkan lapangan. Pelatih Brasil memasukkan wonderkid berusia 19 tahun, Rayan, sebagai pengganti. Cedera Raphinha menjadi pukulan bagi Selecao mengingat perannya yang sangat vital dalam membangun serangan dari sisi sayap.
Meski kehilangan salah satu pemain kunci, Brasil justru menutup babak pertama dengan semakin impresif. Pada masa injury time tepatnya menit 45+3, Lucas Paquetá menghukum garis pertahanan tinggi Haiti lewat umpan flick cerdas ke ruang kosong. Vinícius Júnior melakukan sprint cepat, mengontrol bola dengan dua sentuhan sebelum melepaskan tembakan mendatar yang menembus sela kaki Placide. Gol tersebut membuat Brasil memperlebar keunggulan menjadi 3-0.
Gol Vinícius menjadi hadiah atas performa gemilangnya sepanjang babak pertama. Selain mencetak satu gol, bintang Real Madrid itu juga menyumbang dua assist untuk dua gol Cunha. Kontribusi langsung terhadap tiga gol menegaskan peran sentral Vinícius dalam serangan Brasil malam ini.
Hingga jeda, Brasil tampil superior dengan kontrol penuh atas jalannya pertandingan. Haiti sesekali mencoba menyerang lewat Carlens Arcus, tetapi belum mampu menembus lini pertahanan Brasil. Dengan keunggulan 3-0 di babak pertama, Selecao berada di jalur yang sangat tepat untuk meraih kemenangan perdana sekaligus menjaga asa lolos dari Grup C tetap hidup.
Sumber foto: FIFA
